Jemput Kereta
Anak yang berada di foto di atas sudah menunggu Kereta Mini di Stasiun Kereta Mini selama hampir 30 menit. Maka, ketika sang Kereta Mini datang, anak tersebut langsung menghambur untuk menjemput si Kereta Mini tersebut.
fakta menarik tentang tubuh manusia.
sumber: http://www.advancedphysicalmedicine.org/images/human-body.jpg
Tentang Jagal dan G 30 S/PKI
Saya sudah nonton film Jagal (The Act of Killing). Film ini adalah film dalam film. Maksudnya, film ini menceritakan sebuah proses penciptaan film lain. Film lain yang diceritakan tersebut adalah sebuah film mengenai proses penangkapan hingga eksekusi orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI) di Medan, Sumatera Utara. Film lain tersebut dibuat dengan gaya penceritaan yang tidak terlalu serius oleh pembuatnya, seringkali dibalut komedi sesuai rasa pembuatnya, dan hampir tanpa rasa bersalah, kecuali pada bagian akhir film dimana pembuatnya menangis setelah merasakan bagaimana dirinya ketika ditempatkan pada posisi korban (pada bagian ini entah mengapa saya merasa bahwa sebagian besar dari penonton menaruh iba dan simpati pada pembuatnya).
Dalam film Jagal, sang pembuat film lain tersebut menceritakan bagaimana cara ia membunuh orang-orang PKI. Salah satunya dilakukan dengan menggunakan kawat yang dililit ke leher korban agar sang korban tidak mengeluarkan darah. Ritual yang dilakukan sang pembuat film lain tersebut adalah terlebih dahulu meminum alkohol dan menari-nari di depan sang korban sebelum membunuhnya. Tempat pembunuhan korban juga didatangi dan diperlihatkan. Pada intinya, film Jagal mengambil sudut sang pembuat film lain yaitu algojo peristiwa pembunuhan orang-orang PKI dalam menceritakan peristiwa pembunuhan orang PKI tersebut.
Saya juga sudah nonton film Pengkhianatan G 30 S/PKI (1984). Film ini bercerita tentang peristiwa Gerakan 30 September 1965, suatu momen yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Film ini secara eksplisit memperlihatkan bahwa PKI adalah organisasi yang berada dibelakang peristiwa terbunuhnya para perwira yang saat ini kita kenal sebagai pahlawan revolusi.
Bagi saya, dua film tersebut memiliki benang merah yang sama. Film Pengkhianatan G 30 S/PKI dibuat untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa PKI adalah dalang utama peristiwa G 30 S. Sementara itu, film Jagal secara tidak langsung membenarkan bahwa PKI adalah dalang peristiwa tersebut sehingga orang-orangnya harus dibunuh oleh sang pembuat film lain.
Sejatinya, bagi saya “kenyataan sejarah” inilah yang harus dipertanyakan. Apakah benar PKI adalah dalang dibalik peristiwa G 30 S ? Berbagai dokumen telah memperlihatkan bahwa situasi menjelang peristiwa G 30 S tersebut sangat kompleks dan ada pihak lain yang memanfaatkan situasi tersebut. Bagi film Jagal, “kenyataan sejarah” yang harus diungkap lebih jauh adalah, siapa saja orang-orang yang dibunuh oleh sang pembuat film ? apakah betul pembunuhan dilakukan karena si korban adalah orang PKI ? atau jangan-jangan hanya karena kecemburuan pada orang-orang tertentu, atau etnis tertentu, sehingga orang atau etnis tersebut-lah yang dikambinghitamkan sebagai orang PKI sehingga harus dibunuh ?
Saya kira, itulah poin penting yang harus diluruskan. Dalam kaitan dengan film Jagal, bagi saya film ini menjadi tidak begitu berarti karena hanya mengikuti narasi sejarah negara yang hingga hari ini tidak diketahui dengan pasti kebenarannya.
“Will The Circle be Unbroken” dinyanyikan oleh para tahanan perempuan di film Iron Jawed Angels

Gambar ilustrasi kepemilikan media di Amerika. Kepemilikan media di negara kita tercinta sudah begini juga ya ?
Sumber: http://cdn.front.moveon.org/wp-content/uploads/2012/01/media-5001.jpg

